March 7, 2010

Lima Roti Dua Ikan

Ingat dengan Prita Mulyasari? Tahun lalu namanya melejit dan tersebar di berbagai surat kabar seluruh Indonesia. Dia bukanlah seorang artis papan atas, bahkan fisiknya jauh dari kriteria tersebut. Tetapi yang membuat namanya kesohor adalah ketika dia “mampu” menggerakkan massa untuk mengumpulkan sejumlah uang demi pembebasan dirinya.

Prita yang saat itu sedang berseteru dengan RS Omni International mendapat vonis dari Pengadilan Negeri Banten untuk melunasi denda sebesar Rp. 204 juta akibat kasus pencemaran nama baik. Entah bagaimana, masyarakat yang peduli akan nasibnya kemudian menggalang aksi “Koin Peduli Prita”. Setiap orang yang peduli dipersilakan menyumbangkan sejumlah “recehannya” demi membebaskan Prita dari jerat denda tersebut.

Hasilnya? Menurut perhitungan Bank Indonesia (BI), total uang yang terkumpul mencapai Rp 810.940.402. Perhitungan koin ini mengerahkan 70 Pegawai BI dan 16 pegawai Bank Mandiri yang mesti lembur 5 hari untuk dapat mendata jumlah koin keseluruhan. Sebelum dibawa ke BI untuk dihitung, koin tersebut dikumpulkan dalam 176 karung, 7 dus, 1 peti dan 3 plastik kecil lalu diangkut oleh 10 orang relawan.

Kalau Barrack Obama pasti semua orang sudah tahu bukan? Tokoh fenomenal ini adalah Presiden Amerika berkulit hitam pertama dalam sejarah negeri Paman Sam tersebut. Dia memenangkan pemilu tahun lalu sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat.

Obama bukan seorang kaya raya. Dia mulai kampanye dengan modal nihil. Namun seiring dengan karismanya dan kemampuan komunikasi via dunia maya membuat dirinya menjadi “Orang Kaya Baru” dalam waktu singkat. Dan dari sanalah uang mengalir menjadi dana kampanyenya.

Tercatat 1,3 juta orang telah memberikan donasinya kepada Obama. Baru pada tahap awal pemilihan kandidat tingkat partai saja, Obama sudah berhasil mengumpulkan sekitar 1 miliar dollar AS, jauh lebih banyak dari saingannya Hillary Clinton.

Yang menarik adalah 94 persen donasi yang Obama terima berasal dari massa pemilih yang menyumbang kurang dari 200 dollar AS. Nilai ini bukanlah sesuatu yang “wah” di sana. Nilai tersebut adalah angka yang biasa saja dan tidak lebih daripada sekedar ongkos makan dan bertahan hidup semata. Sama seperti kasus Prita, nilai ini juga bisa disamakan sebagai “recehan”.

Lalu pernah mendengar tentang Temple Baptist Church? Gereja yang berdiri di kota Philadelphia ini memiliki sejarah yang unik. Suatu ketika seorang pendeta, DR.Russel H.Conwell, mendapati sesosok anak perempuan kecil menangis di depan gerejanya. Anak ini sedih karena tidak diperbolehkan masuk ke sekolah minggu di gereja tersebut dengan alasan sudah penuh.

Melihat penampilannya yang “sangat sederhana”, membuat sang pendeta mengetahui alasan sesungguhnya kenapa anak tersebut tidak diijinkan masuk. Maka pendeta ini kemudian membantu gadis kecil tersebut dan membawanya masuk ke Sekolah Minggu di dalam gereja itu.

Dua tahun kemudian, gadis tersebut meninggal. Pendeta Russel diminta untuk membawakan prosesi pemakamannya secara sederhana. Selepas itu, ruang tidur si gadis dirapikan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek-sobek ditemukan.

Di dalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 sen dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang isinya: “Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak anak bisa menghadiri ke Sekolah Minggu”.

Mata si pendeta berkaca-kaca ketika membaca “surat wasiat” tersebut. Sebuah perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus-menerus. Sampai akhirnya seorang Pengembang membaca berita ini dan menawarkan suatu lokasi yang berada di dekat gereja kecil itu dengan harga hanya senilai 57 sen. Para anggota jemaat juga dengan sukarela turut memberikan sumbangan dan berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, yang saat itu nilainya setara dengan emas seberat 1 ton.

Saat ini Temple Baptist Church memiliki kapasitas duduk 3.300 orang dan Temple University menjadi tempat beribu-ribu murid teologi belajar. Di sekitar gedung gereja itu dibangun Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan spesial untuk Sekolah Minggu yang lengkap dengan beratus ratus pengajarnya, untuk memastikan jangan sampai ada satu anak pun yang tidak mendapat tempat di Sekolah Minggu. Di dalamnya terpampang foto si gadis kecil yang berdampingan dengan foto Pendeta Russel. Semua hal ini dimulai “hanya” dari 57 sen.

Tema APP tahun ini yang bertajuk “Mari Bekerjasama Melawan Kemiskinan” sedikit banyak juga mengulas hal serupa. Bahwasanya kemiskinan adalah sesuatu yang perlu diberantas. Oleh sebab itu, setiap umat beriman dituntut saling bekerjasama untuk mampu melawannya.

Tidak ada seorangpun yang mampu berjuang sendirian melawan kemiskinan, namun kita semua dipanggil untuk saling mengulurkan tangan memberi bantuan. Siapapun Anda, seminim apapun pemberian Anda (bahkan tidak dalam bentuk materi), jangan pernah malu apalagi menyerah. Ingatlah bahwa dengan segenggam “recehan”, Prita Mulyasari bebas dari vonis 240 juta, Barrack Obama menjadi Presiden AS, dan seorang gadis kecil dapat membangun sebuah gereja mewah.

Jangan pernah remehkan “recehan” kalau sudah berada di tangan Tuhan. Sama seperti ketika para murid hanya memiliki 5 roti dan 2 ikan untuk modal makan 5.000 orang.

Mustahil?

Tak usahlah dipikirkan, tugas kita hanya “Bawalah kemari kepada-Ku” (Matius 14 : 18). ***(Aurelius)

March 5, 2010

Mother Teresa

Where there is desperation, may I bring hope.

Where there is sadness, let me bring joy.

Allow me to console rather than be consoled.

To understand rather than to be understood.

To love rather than to be loved.

Because giving is receiving.

Because it is in forgiving that we are forgiven.

It is in dying that we are born to eternal life

Novena Santo Yudas Tadeus

Doa pada saat masalah datang atau apabila tampak kehilangan semua bantuan yang ada, untuk masalah yang hampir tidak ada jalan keluarnya.

Rasul yang suci SANTO YUDAS TADEUS, pelayan dan sahabat Yesus yang setia, Gereja semesta menghormati dan memohon sebagai penolong dari masalah-masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Doakanlah aku, karena merasa sendirian dan tidak mempunyai penolong.

Aku mohon kepadamu. Gunakanlah kekuatan khusus yang diberikan untuk memberikan kepadaku bantuan nyata dan sesegera mungkin disaat aku merasa bantuan itu hampir tidak ada. Dampingilah aku dalam kebutuhanku, masalah dan penderitaanku khususnya ........ (sebut permintaan anda) sehingga aku akan memuji Tuhan bersamamu dan semua orang terpilih selamanya. Aku berjanji, oh SANTO YUDAS TADEUS, untuk selalu mengingat bantuan besar ini selalu menghormatimu sebagai Rasul yang istimewa dan perkasa, dan untuk mengingatkan devosi kepadamu. Amin.

SANTO YUDAS TADEUS berdoa untuk kita dan mendengarkan doa kita. Amin.

Terberkatilah HATI KUDUS YESUS,

Terberkatilah HATI MARIA YANG TAK BERNODA.

Terberkatilah SANTO YUDAS TADEUS diseluruh bumi dan selalu sepanjang masa. Amin.

*Didoakan 6 kali sehari, selama 9 hari berturut-turut
*Tinggalkan 9 lembar salinan doa ini setiap hari (dapat juga ditulis ulang), selama 9 hari berturut-turut
*Doa akan dijawab pada hari kesembilan atau sebelumnya dan belum pernah gagal.